AZAB ALLAH SWT BUNYI ALARM — INDONESIA KAN LAMPU KUNING

0
IMG-20260901-WA0000

Loading

Timsus.Newsz.id, Jakarta, 1 September 2026. Dr. Bernard BBI Siagian, SH., GAKORPAN, Kristianto Manullang, SH., MH., dan Ficky Morenza, SH., ST., Praktisi Hukum “Merah Putih Pers”, berorasi tegas dalam ajang Forum Kebangsaan NKRI, Diskusi Bela Negara, Pancasila, dan UUD 1945.

Kupas tuntas, bongkar tragedi dan bedah kasus makna peristiwa demonstrasi 27 Agustus. Masyarakat umum menilai kita harus menjaga negeri Khatulistiwa ini. (GAKORPAN, PPWI, Sarjana Pancasila, Merah Putih), dihadiri para aktivis antirasuah, antikorupsi, antinarkoba, para tokoh jurnalis bangsa senior, para tokoh senior, Veteran 45, tokoh bangsa, serta tokoh adat Kerukunan Masyarakat Hukum Adat Nusantara, dengan semboyan: “Toto Tentrem Kerto Rahardjo”.

WARNING & DANGER, Indonesia belum bangkrut, Indonesia belum gagal, masih tetap eksis. Tetapi para punggawa negeri yang mendapat mandat dari rakyat berdaulat harus ingat, for attention.!!?? Tidak boleh mengabaikan rambu-rambu lalu lintas, alarm berupa lampu-lampu tanda peringatan.

Belakangan ini, kita sering dihadapkan pada dampak keterpurukan sosial dan ekonomi rakyat kecil dan menengah. Miris seringnya kita mendengar ungkapan melankolis bahwa:

“Indonesia tidak baik-baik saja.”

Menurut pandangan DPP GAKORPAN, Gerakan Anti Korupsi Nasional dan Penyelamatan Aset Negara, ungkapan tersebut merupakan kategori nyinyir dan ungkapan klise yang kurang tepat.

Indonesia adalah negeri yang sangat kaya raya, terletak di garis Khatulistiwa Nusantara, elok, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto rahardjo. Sumber daya alam pun berlimpah ruah.

Namun, mengapa faktor sumber daya manusianya masih perlu edukasi, didongkrak dan dimotivasi agar mampu memanage negeri sebelum pada akhirnya bangkrut dari sebuah kegagalan?

Sebagai sebuah negara besar, kita masih memiliki sense of belonging, rasa empati, serta marwah konstitusi dan institusi negara. Sumber daya masyarakat sipil yang berlimpah ruah serta modal sosial budaya yang sangat besar juga menjadi kekuatan bangsa.

 

Tetapi justru karena itu, kita sering lalai maupun lupa diri. Kita harus berani mengatakan:

 

INDONESIA SEDANG BERADA DALAM ANCAMAN, DALAM ZONA LAMPU KUNING.

 

Lampu kuning bukan berarti negeri ini berhenti.

 

Lampu kuning masih berarti:

 

WASPADA.

PERIKSA.

KOREKSI.

PERBAIKI.

DAN TERUS BANGKIT, MAJU MENUJU INDONESIA EMAS 2045.

 

Berbagai problematika keterpurukan sosial, krusial dan mendasar, persoalan strategis dalam kehidupan politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya dan keamanan tidak boleh dilihat dari kacamata awam sebagai persoalan yang berdiri sendiri.

 

Kita perlu sosok negarawan untuk melihat kekokohan fondasi negeri ini.

 

Apakah supremasi hukum, HAM dan keadilan masih dipercaya menjadi panglima?

 

Apakah pembagian jabatan publik yang dipilih atas asas kedekatan formal serta jati diri yang tidak berintegritas dan profesional benar-benar rapuh, sehingga berpotensi ditempati oleh the right man and person in the right place?

 

Apakah faktor hukum tata negara dalam mengelola APBN, dengan utang yang njelimet dan menumpuk, serta pengelolaan uang rakyat terlindungi dari konflik IKN, pengangguran di mana-mana, dan meningkatnya angka kriminalitas?

 

Bagaimana dengan ketahanan pangan, carut-marut MBG dan KDMP, faktor penjilat ABS (Asal Bapak Senang), yang rentan terhadap abuse of power serta polemik berbagai kepentingan?

 

Apakah multidimensi pembangunan nasional berjalan seiring dengan penguatan moralitas dan integritas jati diri bangsa?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan konotasi pertanyaan semu untuk menjatuhkan pemerintah. Namun, ini adalah pertanyaan untuk menyelamatkan bangsa dan masa depan negara.

 

Karena negara yang sehat senantiasa bukan negara yang tidak memiliki masalah.

 

Negara yang sehat adalah negara yang mampu mengenali jati diri, introspeksi diri, mengenali masalahnya sejak dini dan berani melakukan koreksi diri.

 

🟡 “Indonesia Lampu Kuning”

 

Belum terlambat untuk memperbaiki carut-marut kekuatan 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara, sebagai fondasi evaluasi diri dan sistem pengelolaan konstruksi bangunan Negeri Nusantara yang elok ini, penuh gemah ripah loh jinawi, sebelum akhirnya angkara murka dan azab Allah SWT turun dari langit ketika lampu redup berubah menjadi merah.

 

Doa rakyat Indonesia:

 

Ampunilah semua dosa bangsa kami, dari yang kecil maupun yang besar, dan dari kesombongan dan takabur; yang awal maupun yang akhir, yang tampak maupun yang tersembunyi.

Dan ampunilah juga kedua orang tua kami, keluarga kami, guru-guru kami, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik yang hidup maupun yang telah wafat.

Ya Allah, terimalah taubat nasuha sebenar-benarnya.

Sucikanlah hati kami, perbaikilah amal-amal kami, dan jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang saleh.

Ya Allah, masukkanlah kami ke dalam surga-Mu dengan izin dan rahmat-Mu.

Kesimpulan Dr. Bernard BBI Siagian, SH., Ketua DPP GAKORPAN, Merah Putih Pers:

 

1. Indonesia dalam kondisi lampu kuning.

2. Restorasi hukum.

3. Moralitas pejabat publik dan aparat penegak hukum.

4. Indonesia Emas 2045, Macan Asia.

 

Tim Investigasi GAKORPAN – Merah Putih Pers:

Ficky Morenza, SH., ST.

 

Tim Hukum LBH GAAS:

Ikhsan B., LBH Pers

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *