KEPERCAYAAN PUBLIK YANG HUMANIS, REFORMASI DI TUBUH INSTITUSI KEPOLISIAN NEGARA RI

0
IMG-20260906-WA0028

Loading

Timsus.Newsz.id, Jakarta, 6 September 2026 – Segala bentuk integritas, loyalitas, profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, kompetensi, serta daya juang dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) merupakan bagian penting dari semangat patriotisme dan bela negara demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pancasila dan UUD 1945 menjadi landasan dalam menjalankan tugas dan pengabdian. Dalam dinamika organisasi, perubahan seperti mutasi dan rotasi jabatan di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi, terlebih dalam perjalanan Polri yang telah memasuki usia 80 tahun.

Mutasi dan rotasi jabatan pada prinsipnya merupakan bagian dari upaya meningkatkan kinerja, pengembangan karier, serta optimalisasi sumber daya manusia (SDM) Polri. Hal tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap integritas, eksistensi, loyalitas, dan pengabdian insan Bhayangkara sebagai garda terdepan dalam menjaga Kamtibmas.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya, menuju institusi Polri yang Presisi, profesional, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Penempatan personel Polri pada jabatan baru merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi. Kebijakan tersebut idealnya dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, pengalaman, rekam jejak, serta kemampuan masing-masing personel.

Mereka yang mendapat amanah untuk menduduki jabatan strategis, baik Perwira Tinggi (PATI) maupun Perwira Menengah (PAMEN), diharapkan mampu menjalankan tugas dengan penuh integritas dan tanggung jawab demi kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

MUTASI DAN ROTASI SEBAGAI BAGIAN DARI PEMBINAAN ORGANISASI

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, S.I.K., M.Si., melakukan mutasi sejumlah pejabat di lingkungan Polda Metro Jaya. Keputusan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/1879/VII/KEP./2026.

Di antaranya, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendiz dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pideksus Bareskrim Polri. Posisinya kemudian diisi oleh Kombes Pol Adhe Hariadi.

Sementara itu, Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri. Posisi tersebut kemudian diisi oleh Kombes Pol Eko Bagus Riyadi, yang sebelumnya menjabat Auditor Kepolisian Madya Tingkat III Harda Polda Metro Jaya.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johny Edison Isir menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, penyegaran jabatan, pembinaan SDM, pengembangan karier, serta optimalisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) di lingkungan Polri.

Sejumlah pejabat yang terdiri dari PATI dan PAMEN masuk dalam agenda rotasi dan promosi jabatan tersebut. Serah terima jabatan sejumlah pejabat strategis juga menjadi bagian dari mekanisme pembinaan organisasi di lingkungan Korps Bhayangkara.

Upacara serah terima jabatan sejumlah pejabat di lingkungan Polri digelar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, 2 September 2026.

Serah terima jabatan tersebut mencakup sejumlah posisi strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Perubahan kepemimpinan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus proses pembinaan dan pengabdian di tubuh institusi Polri.

APRESIASI UNTUK JENDERAL YANG MEMASUKI MASA PURNA TUGAS

Dalam momentum tersebut, dikabarkan Komjen Pol. Drs. Fadil Imran menyerahkan jabatan dan akan memasuki masa purnatugas.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan anugerah, kesehatan, kekuatan, dan hikmat kepada Jenderal Fadil Imran dalam menjalani masa pengabdian berikutnya.

Dedikasi dan pengalaman yang dimiliki diharapkan tetap dapat memberikan kontribusi positif melalui pemikiran, nasihat, serta keteladanan bagi generasi penerus Korps Bhayangkara dan masyarakat luas.

MEMBANGUN KEMBALI TRUST PUBLIK

Ke depan, reformasi di tubuh Polri harus terus diarahkan pada peningkatan profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, pelayanan publik, serta pendekatan yang semakin humanis.

Trust atau kepercayaan publik merupakan modal penting bagi sebuah institusi penegak hukum. Kepercayaan tersebut tidak hanya dibangun melalui slogan, tetapi melalui tindakan nyata, keteladanan, pelayanan yang adil, penegakan hukum tanpa pandang bulu, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Semangat Tribrata, Catur Prasetya, dan Polri Presisi hendaknya diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pelayanan yang profesional dan humanis.

Reformasi Polri harus menjadi momentum untuk terus memperbaiki kelembagaan, meningkatkan kualitas SDM, memperkuat pengawasan internal, serta membangun hubungan yang sehat dan konstruktif antara kepolisian dengan masyarakat.

Mari bersama-sama menjaga kondusivitas Kamtibmas, memperkuat ketahanan nasional dan ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bangsa Indonesia membutuhkan institusi penegak hukum yang kuat, profesional, berintegritas, humanis, dan dipercaya oleh rakyat.

NKRI harga mati.

Hukum, HAM, dan keadilan harus ditegakkan.

Kedaulatan berada di tangan rakyat dan seluruh penyelenggaraan negara harus bermuara pada kemakmuran serta kesejahteraan rakyat.

Mari kita bersinergi untuk rakyat, bangsa, dan negara demi kemajuan Nusantara.

REFORMASI POLRI JAYA!

POLRI TETAP JAYA — JAYA! 🇮🇩

Salam GAKORPAN, ASTA CITA, MERAH PUTIH 08 PERS.

Bersinergi untuk rakyat, bangsa, dan negara.

 

Tim Investigasi GAKORPAN MPP 08

Dr. Bernard

Ficky — Tangerang Selatan

 

Tim Hukum Investigasi

Ikhsan B.

LBH Pers

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *