KUTUKAN ABSENNYA RI 1 BERLANJUT! Sudah 7 Tahun Presiden Aktif Tak Pernah Injakkan Kaki di Pembukaan PKB, Bali Sengaja Dicuekin?

0
IMG-20260613-WA0050

Loading

Timsus.Newsz.id, Sebuah realitas politik dan budaya yang sangat menohok kembali mengemuka di tengah gegap gempita pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII (ke-48) Tahun 2026. Sadar atau tidak, panggung akbar kebudayaan Pulau Dewata ternyata sudah merindukan kehadiran fisik seorang Presiden RI selama hampir tujuh tahun lamanya! Absennya orang nomor satu di republik ini secara berturut-turut mulai memicu tanda tanya besar di kalangan krama Bali.

Catatan sejarah menunjukkan, momen terakhir kali Kepala Negara menginjakkan kaki langsung di aspal Renon untuk membuka PKB secara fisik terjadi pada tahun 2019 silam oleh Presiden Joko Widodo. Setelah tahun 2020 ditiadakan akibat pandemi, kehadiran RI 1 di lokasi acara seolah lenyap ditelan bumi.

Daftar Perwakilan dari Jakarta: Levelnya Kian Merosot Turun?

Publik tentu tidak lupa bagaimana dinamika pembukaan PKB dari tahun ke tahun yang selalu berakhir dengan pengiriman “utusan” dari Jakarta, bahkan levelnya kini dinilai kian merosot:

PKB 2021: Dibuka Presiden Jokowi, tapi hanya lewat layar virtual dari Istana Merdeka karena masih pandemi covid-19.

PKB 2022: Diwakili oleh Mendagri Tito Karnavian.

PKB 2023: Diwakili Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (yang memperkenalkan jabatan sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP dan BRIN).

PKB 2024: Diwakili oleh Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

PKB 2025: Diwakili oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

PKB 2026: Resmi dibuka lokal oleh Gubernur Wayan Koster, sementara pusat hanya mengirim Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati.

Undangan Pemprov Dicuekin, Presiden Prabowo Pilih Absen

Padahal, pihak Pemerintah Provinsi Bali dilaporkan sudah melayangkan undangan resmi ke Istana Negara jauh-jauh hari agar Presiden Prabowo Subianto berkenan hadir langsung memecahkan “kutukan absen” ini. Namun nyatanya, hingga pawai Peed Aya digulirkan, masyarakat Bali lagi-lagi harus gigit jari karena sang Presiden aktif batal hadir fisik.

Ketidakhadiran presiden secara berturut-turut ini mulai memicu riak spekulasi liar di medsos. Apakah Bali kini hanya dipandang manis sebagai komoditas pariwisata dan mesin pendongkrak suara saat pemilu saja, tanpa perlu dihargai waktu kedatangannya saat merayakan puncak budayanya? Mengapa untuk agenda kebudayaan terbesar di Indonesia ini, pusat hanya mengirimkan perwakilan setingkat Wakil Menteri?

Bagaimana opini kritis kalian? Apakah wajar jika panggung pembukaan PKB kini terkesan “dianakemaskan” oleh pemerintah pusat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *