KISAH SEORANG CEO KAYA RAYA YANG TETAP RENDAH HATI DI DEPAN ORANG BANYAK

0
IMG-20260908-WA0039

Loading

Timsus.Newsz.id, JAKARTA, 8 September 2026 — Sebuah kisah menarik sekaligus inspiratif datang dari seorang CEO yang dikenal sangat kaya raya, tetapi tetap memilih untuk hidup sederhana dan tidak memandang dirinya lebih tinggi dari orang lain.

Saat datang ke sebuah restoran, CEO tersebut justru mengenakan pakaian yang compang-camping dan sobek-sobek. Penampilannya bahkan membuat sejumlah pegawai restoran sempat mengira dirinya seorang pengemis.

Ketika hendak masuk, ia sempat dicegah oleh pegawai restoran karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi dan suasana restoran tersebut.

Dengan tenang, ia kemudian berkata, “Maaf, kalau uang saya cukup, kenapa saya tidak boleh masuk? Saya hanya ingin makan.”

Setelah dipersilakan masuk, ia duduk di meja makan dan memesan makanan untuk dirinya sendiri. Namun, yang membuat para tamu dan awak media terkejut, ia juga memesan makanan untuk sejumlah tamu lain yang berada di restoran tersebut.

Tidak lama kemudian, barulah diketahui bahwa pria tersebut ternyata merupakan seorang CEO terkenal dan sangat kaya raya di kota itu.

Kisah tersebut menjadi pelajaran bahwa kita tidak seharusnya menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya.

Di hadapan awak media yang meliput, ia menyampaikan sebuah pesan sederhana tentang arti kekayaan dan kehidupan.

“Harta dan uang yang kita miliki hanyalah titipan. Sewaktu-waktu semuanya dapat diambil kembali oleh Tuhan. Karena itu, perbanyaklah berbuat amal dan kebaikan selama kita masih diberi kesempatan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengingatkan agar manusia tidak menjadi pribadi yang pelit dan hanya mengejar kekayaan dunia.

 

“Jangan pelit. Kekayaan bukanlah segala-galanya. Yang akan menjadi bekal kita bukanlah seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, melainkan seberapa banyak kebaikan dan amal yang telah kita lakukan.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kekayaan, jabatan, dan popularitas tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan kerendahan hati.

Jangan pernah memandang rendah seseorang hanya karena penampilannya. Sebab, kita tidak pernah mengetahui siapa sebenarnya orang yang berada di hadapan kita.

Pada akhirnya, harta hanyalah titipan, sedangkan amal kebaikan merupakan bekal yang akan menjadi pertanggungjawaban kita kelak.

TIM HUKUM INVESTIGASI

Ikhsan B.

LBH Pers

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *