Tiga Tahun Tanpa Atap, Keluarga Leonardus Lere Holo Bertahan Hidup di Rumah Tak Layak Huni
![]()
Hameli Ate, Kodi Utara – Di tengah berbagai program pembangunan dan pengelolaan Dana Desa yang setiap tahun dikucurkan pemerintah, kondisi memprihatinkan masih dialami oleh Leonardus Lere Holo, warga Kampung Gallu Kalogho, Desa Hameli Ate, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Selama kurang lebih tiga tahun terakhir, rumah yang ditempati Leonardus bersama anak-anaknya berada dalam kondisi tidak layak huni karena tidak memiliki atap yang memadai. Dari foto yang beredar, terlihat rangka atap rumah masih terbuka tanpa penutup, sehingga penghuni harus menghadapi terik matahari pada siang hari dan guyuran hujan saat musim penghujan tiba.
Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan masyarakat sekitar. Banyak warga mempertanyakan mengapa hingga bertahun-tahun keluarga Leonardus masih hidup dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, sementara pemerintah desa setiap tahun menerima Dana Desa yang salah satu tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan di tingkat desa.
Warga menilai persoalan ini bukan sekadar tentang sebuah rumah yang belum selesai dibangun, melainkan menyangkut hak dasar masyarakat untuk memperoleh tempat tinggal yang layak. Mereka berharap pemerintah desa, pemerintah kecamatan, maupun pemerintah kabupaten dapat turun langsung melihat kondisi yang dialami keluarga Leonardus.

“Kalau memang ada warga yang sudah tiga tahun tinggal di rumah tanpa atap, seharusnya ini menjadi perhatian serius. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat di atas kertas, sementara masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi seperti ini,” ungkap salah seorang warga.
Masyarakat juga meminta adanya keterbukaan mengenai penggunaan anggaran desa, khususnya pada program-program yang berkaitan dengan bantuan sosial, perbaikan rumah tidak layak huni, serta pemberdayaan masyarakat. Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana anggaran desa telah digunakan dan siapa saja yang menjadi penerima manfaat.
Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan desa seharusnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Ketika masih ada warga yang bertahun-tahun tinggal di rumah tanpa atap, maka muncul pertanyaan yang wajar dari masyarakat: ke mana arah prioritas pembangunan desa selama ini, dan mengapa kondisi seperti ini belum mendapatkan penanganan?
Masyarakat Desa Hameli Ate kini menunggu respons dan langkah nyata dari pemerintah terkait agar keluarga Leonardus Lere Holo dapat segera memperoleh tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi. Jika tidak segera ditindaklanjuti, kondisi ini berpotensi menjadi simbol ketimpangan antara laporan pembangunan dan kenyataan yang dihadapi warga di lapangan.
Tim Lapangan:
Martinus Kondo