INTROSPEKSI DIRI SENDIRI Ego yang besar membuat kita buta terhadap kesalahan sendiri

0
IMG-20260828-WA0028

Loading

Timsus.Newsz.id, Jakarta, 28 Agustus 2026, Faktor kesombongan dalam kehidupan kita ibarat Tembok Besar China—menjadi pembatas yang membuat kita sibuk mencari pembenaran atas diri sendiri, menyusun berbagai wacana, bahkan mencari kambing hitam dan menunjuk kesalahan orang lain.

Kita sering lupa untuk mawas diri dan melakukan evaluasi terhadap diri sendiri. Selumbar di mata sendiri justru kita abaikan, sementara kesalahan orang lain begitu mudah kita lihat dan kita persoalkan.

 

Ego yang besar, apabila dibiarkan, dapat menjadi kronis. Kita merasa tidak lagi membutuhkan teguran, baik dari Sang Khalik, Allah Yang Maha Kuasa, maupun dari sesama manusia.

 

KOREKSI, KRITIK, DAN KONTROL SOSIAL

 

Koreksi, kritik, kontrol sosial masyarakat, independensi, kebebasan berpendapat, serta penyampaian aspirasi merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi Pancasila.

 

Kritik dan saran yang konstruktif harus dapat diterima dengan lapang dada. Supremasi hukum harus ditegakkan tanpa arogansi, intimidasi, rekayasa, maupun kriminalisasi.

 

Jangan pernah menganggap remeh marwah Pers. Arogansi tanpa etika, termasuk tindakan merendahkan atau menghina lembaga Pers, dapat merugikan banyak pihak dan mencederai nilai-nilai demokrasi.

 

Ingatlah:

 

“EQUALITY BEFORE THE LAW”

 

Tidak boleh ada seorang pun yang merasa kebal terhadap hukum.

 

Stop kriminalisasi, kekerasan, intimidasi, rekayasa, serta kekerasan fisik maupun verbal terhadap Pers.

 

Tugas dan langkah perjuangan insan Pers dalam menjalankan fungsi pemberitaan merupakan profesi yang mulia. Wartawan dan jurnalis memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat secara profesional dan berimbang.

 

Hal tersebut juga berkaitan dengan ketentuan dan fungsi Pers sebagaimana diatur dalam:

 

* UU Pers No. 40 Tahun 1999

* UU KIP No. 14 Tahun 2008

* UU RI No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

* UUD 1945

 

MARI INTROSPEKSI DIRI

 

Introspeksi diri membutuhkan kerendahan hati.

 

Ayo, mari kita eling dan sadar diri bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kealpaan. Insan manusia tidak sempurna. Kebenaran mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa, Sang Khalik.

 

Ketika kita mau merendahkan diri, kita memberi ruang bagi kasih-Nya untuk memulihkan dan mengampuni dosa-dosa serta kesalahan kita.

 

Seperti yang disampaikan Dr. Bernard:

 

“Jangan biarkan ego menjauhkan kita dari anugerah-Nya. Matikan ego kita sekarang juga. Besarkan kasih Allah agar hadir dalam kehidupan kita dengan anugerah yang berlimpah.”

 

Kedamaian dalam hidup akan hadir ketika kita memiliki hati yang teduh dan damai sentosa, serta selalu berikhtiar untuk maju.

 

Mari kita belajar dan mau diajar.

Mari berbenah diri.

Mari memperbaiki kesalahan.

Mari menjadi pribadi yang lebih rendah hati.

Pantang menyerah. Maju tak gentar untuk terus belajar, berubah, dan menjadi lebih baik.

 

PRAY FOR ACEH, RIAU, KALIMANTAN, PAPUA & NTT

 

SELAMAT & SUKSES INDONESIAKU

 

Semoga melalui Program Asta Cita, kita bersama-sama dapat mewujudkan eksistensi dan integritas bangsa menuju cita-cita Indonesia Emas 2045, menjadi Macan Asia, serta mewujudkan Indonesia yang merdeka, rakyat yang berdaulat, sejahtera, adil, dan makmur berdasarkan:

 

Pancasila • UUD 1945 • NKRI Harga Mati

 

Tim Investigasi GAKORPAN

LBH Pers Prima Presisi Polri

LBH Rumah Besar Prabowo 08

Merah Putih Pers 08

 

Ficky Morenza, ST., SH. – Tangerang Selatan

 

Tim Investigasi LBH GAAS

Ikhsan B. Pers

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *