KETUA DPP GAKORPAN DR. BERNARD BBI SIAGIAN INGATKAN MASYARAKAT WASPADAI BAHAYA ABU VULKANIK
![]()
Timsus.Newsz.id, JAKARTA, 11 September 2026 — Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBI Siagian, SH., M.Akp., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik terhadap kesehatan.
Menurutnya, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Abu vulkanik dapat mengandung partikel silika yang bersifat abrasif dan dapat mengiritasi mata serta saluran pernapasan.
“Jangan sampai abu vulkanik masuk ke mata. Jika terasa kemasukan abu, jangan langsung dikucek karena dapat memperparah iritasi dan berisiko melukai permukaan mata. Segera bilas dengan air mengalir,” ujar Dr. Bernard.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan masyarakat saat menghadapi abu vulkanik:
1. Membersihkan halaman
Hindari menyapu abu dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel kembali beterbangan dan terhirup. Jika memungkinkan, lembapkan abu terlebih dahulu dan bersihkan secara perlahan sesuai petunjuk dari pihak berwenang.
Jangan menyiram abu secara berlebihan hingga masuk ke saluran air karena abu yang basah dapat menjadi berat dan mengeras.
2. Membersihkan kaca mobil dan kendaraan
Jangan langsung mengelap kaca atau bodi kendaraan dalam kondisi kering. Partikel abu yang abrasif dapat menyebabkan goresan.
Siram atau bilas terlebih dahulu dengan air, kemudian bersihkan dengan cara yang aman. Gunakan pelindung mata jika kondisi abu cukup tebal.
3. Gunakan masker yang sesuai
Masker menjadi penting ketika berada di lingkungan yang dipenuhi abu vulkanik. Gunakan masker yang memiliki kemampuan filtrasi partikel, seperti KN95 atau respirator partikulat yang sesuai dan terpasang rapat.
Masker tidak perlu dibasahi karena dapat mengganggu kemampuan filtrasi dan kenyamanan bernapas.
Kacamata pelindung juga disarankan untuk melindungi mata dari paparan abu.
4. Jika mata kemasukan abu
JANGAN DIKUCEK.
Segera bilas mata dengan air mengalir atau air bersih dalam jumlah cukup. Jika rasa sakit, kemerahan, silau, atau gangguan penglihatan tetap berlangsung, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
5. Bersihkan kendaraan dengan benar
Abu vulkanik yang menempel pada kendaraan sebaiknya segera dibersihkan setelah kondisi memungkinkan. Jangan hanya mengelap permukaannya dalam keadaan kering karena dapat menyebabkan goresan.
6. Kurangi masuknya abu ke dalam rumah
Tutup pintu dan jendela serta batasi celah masuknya abu. Ventilasi yang memungkinkan abu masuk dapat ditutup sementara selama kondisi udara masih dipenuhi abu.
7. Jangan menganggap remeh paparan abu vulkanik
Masyarakat sebaiknya tidak merasa kuat atau menganggap abu vulkanik sama dengan debu biasa. Paparan abu dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, tenggorokan, dan memperburuk gangguan pernapasan pada sebagian orang.
“Daripada mengabaikan kondisi dan akhirnya harus mendapatkan penanganan medis, lebih baik masyarakat melakukan pencegahan sejak awal. Gunakan masker, lindungi mata, dan ikuti imbauan resmi dari pemerintah serta petugas terkait,” pesan Dr. Bernard.
Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti informasi dan arahan resmi mengenai kondisi abu vulkanik, terutama apabila aktivitas vulkanik meningkat.
Salam Pencerahan Kesehatan
Dr. Bernard BBI Siagian, SH., M.Akp.
DPP GAKORPAN
Ficky Morenza, SH., ST.
Ketua Korwil Tangsel
Tim Hukum
Ikhsan.B
LBH Pers