UCAPAN DUKA CITA ATAS WAFATNYA GURUH SOEKARNOPUTRA, INDONESIA KEHILANGAN MAESTRO SENI

0
IMG_20260927_112004_359

Loading

JAWA TIMUR, TIMSUS.NEWSZ.ID— Ketua DPP GAKORPAN, Dr. Bernard BBI Siagian, SH., MAkp., bersama Ficky Morenza, SH., ST., Merah Putih 08 Pers Korwil Tangerang Selatan, serta Ikhsan B., Paralegal, menyampaikan turut berduka cita atas wafatnya Guruh Soekarnoputra (1953–2026).

Bunda Op. Helena Mak Anthon dan Farida Sebayang mengatakan, Indonesia telah kehilangan seorang seniman besar, bukan sekadar seorang putra Proklamator Indonesia.

“Yang ditinggalkannya adalah karya bangsa di bidang seni, bukan sekadar gelar atau kebanggaan keluarga. Guruh meninggalkan lagu, tari, gagasan, serta keberanian untuk mempertemukan tradisi dengan sesuatu yang baru,” ungkapnya.

Guruh Soekarnoputra memiliki pilihan kata, bunyi, gerak, dan rasa yang menjadi ciri khas dalam setiap karyanya. Ada sesuatu yang baru dalam karya-karyanya, tetapi tetap tidak kehilangan akar budaya.

 

“Modern, tetapi tidak kehilangan selera seni yang tinggi. Itulah salah satu kekuatan karya Guruh yang akan terus dikenang,” lanjutnya.

 

Negeri ini mungkin tidak pernah kekurangan politisi. Namun, ketika seorang maestro pergi, kita kembali disadarkan bahwa Indonesia juga membutuhkan sosok-sosok besar di bidang seni dan kebudayaan.

 

“Indonesia jauh lebih sering kehilangan maestro daripada kekurangan politisi,” ujarnya.

 

Dr. Bernard BBI Siagian, SH., MAkp., dan Ikhsan B., Paralegal, turut menyampaikan ucapan selamat jalan kepada Guruh Soekarnoputra.

 

“Selamat jalan, Mas Guruh. Karyamu akan terus berbicara, bahkan ketika penciptanya telah terbaring diam.”

 

Dalam ajang Debat dan Diskusi Jurnalis bertajuk “Ganyang Koruptor NKRI, Antirasuah Kebangsaan, Bela Negara” yang digelar DPP GAKORPAN bersama Sarjana Pancasila, PPWI, Merah Putih, dan Suara Rakyat pada Sabtu, 26 September 2026, sosok Guruh Soekarnoputra turut dikenang sebagai salah satu tokoh seni yang memberikan warna bagi perjalanan kebudayaan Indonesia.

 

GSP juga meninggalkan jejak melalui Swara Mahardhika yang dikenal luas dan menjadi bagian dari perjalanan seni serta kreativitasnya.

“Selamat jalan. Karya dan jejak seni Guruh akan terus dikenang hingga kini dan menjadi bagian dari sejarah kebudayaan Indonesia,” ujar KH. Ficky Morenza, Tangerang Selatan, dari Tim Investigasi Merah Putih 08 Pers.

Turut menyampaikan belasungkawa, Tim Hukum LBH Pers melalui Ikhsan B., Paralegal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *