DPP GAKORPAN, Merah Putih 08 Pers, dan LBH Pers Apresiasi Kegiatan Parmusi DKI Jakarta, Perkuat Literasi dan Ketakwaan Masyarakat
![]()
JAKARTA, Timsus.Newsz.id, Dalam rangka memperkuat keimanan, literasi masyarakat, serta memadukan semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan), Pengurus Wilayah Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) DKI Jakarta menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M sekaligus pelatihan public speaking.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka Milad ke-27 Parmusi dan berlangsung di Gedung Serba Guna, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (27/9/2026).
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari DPP GAKORPAN, Merah Putih 08 Pers, dan LBH Pers sebagai bagian dari upaya memperkuat ketakwaan, pengetahuan, serta kapasitas masyarakat.
Konsep fastabiqul khairat tersebut selama ini menjadi salah satu semangat dalam berbagai program Parmusi, baik di tingkat pusat maupun wilayah dan daerah di seluruh Indonesia.
Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) DKI Jakarta, Ambardi, S.E., M.M., mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar ritual tahunan untuk mengenang masa lalu.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat spiritual bagi umat Islam untuk kembali meneladani Rasulullah SAW sebagai seorang komunikator yang ulung. Setiap perkataan Rasulullah SAW dibangun di atas kejujuran, disampaikan dengan penuh empati, serta mampu menyentuh dan menggerakkan hati.
“Kalau ditanya ide gagasan, kita mencari waktu yang tepat untuk kegiatan Parmusi menjelang milad. Dengan adanya momentum milad, kita mencari bagaimana caranya agar kegiatan tersebut bisa meriah, tetapi tetap bermanfaat bagi umat dan masyarakat. Kebetulan ada bulan Maulid, maka kita satukan tujuannya. Salah satunya adalah efisiensi. Istilahnya, satu kali dayung beberapa pulau terlampaui. Sekarang zamannya efisiensi, tetapi target atau tujuan tetap tercapai dengan baik,” papar Ambardi di lokasi.
Menurut Ambardi, kombinasi antara efektivitas dan efisiensi dalam bekerja telah menjadi salah satu prinsip pihaknya dalam menjalankan berbagai program Parmusi, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan pembinaan masyarakat.
“Kegiatan pemberdayaan umat seperti ini bukan pertama kali. Sebelumnya, kita sudah mengadakan pemberdayaan untuk para dai. Kami ingin bagaimana dai bisa menguasai bidang digital dalam berdakwah. Oleh karenanya, kita membuat kegiatan dakwah digital bersama para dai. Begitu juga dengan pelatihan public speaking saat ini,” tuturnya.
Ia menambahkan, Parmusi memiliki banyak tokoh masyarakat sehingga diperlukan pembekalan agar mereka mampu menjadi duta-duta Parmusi yang dapat menyampaikan pesan keumatan dengan baik.
“Di Parmusi ini banyak tokoh-tokoh masyarakat. Maka kami merasa perlu membekali mereka agar nantinya bisa menjadi duta-duta Parmusi yang baik,” lanjut Ambardi.
Di tempat yang sama, dai sekaligus pemateri pelatihan public speaking*l pada Milad ke-27 Parmusi, Suryadi H. Rahman, mengatakan bahwa selain berharap mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, pengurus Parmusi DKI Jakarta juga memiliki harapan agar para kader mampu berdakwah dengan baik dan santun, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat dengan baik, benar, nyaman, dan mudah dipahami.
“Masyarakat dan kader-kader Parmusi kita bekali bagaimana menyampaikan dakwah dengan baik. Melalui ilmu public speaking ini, kita memberikan modal kepada teman-teman dai dan dai’ah agar ketika berdakwah mereka sudah memiliki ilmu, tidak grogi, dan sebagainya,” ujar Suryadi H. Rahman.
Menurut Suryadi H. Rahman, melalui pelatihan public speaking, Parmusi tengah menempa kader dalam menghadapi perkembangan dakwah modern. Para peserta diajarkan bagaimana merangkai kata agar pesan kebaikan dapat disampaikan secara menarik serta membangun retorika yang mampu menjadikan dakwah lebih mudah diterima masyarakat.
Menurutnya, kemampuan berbicara di depan publik dengan baik dan benar merupakan salah satu bentuk nyata dari semangat *fastabiqul khairat*.
Sebelum pelatihan public speaking dimulai, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Parmusi, KH. Tairman Elon, menyampaikan tausiyah dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dalam tausiyahnya, KH. Tairman Elon menjabarkan sejumlah ayat dalam Surah Al-Mu’minun mengenai keberuntungan dan kesuksesan sejati di dunia maupun akhirat yang, menurutnya, dapat diraih oleh orang-orang beriman.
“Dalam cerita di Al-Qur’an, jelas disebutkan bahwa jika kamu ingin sukses, tenang, menang, dan bahagia, maka salat harus khusyuk dan menjalankan kewajiban yang telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW. Copy paste saja, jangan mikir yang lain. Yang utamanya adalah salat yang khusyuk,” papar KH. Tairman Elon.
Menurutnya, untuk meraih kesuksesan, ketenangan, kedamaian, dan kemenangan, manusia terlebih dahulu perlu memperbaiki komunikasinya kepada Sang Pencipta melalui salat yang khusyuk.
Salat yang khusyuk, lanjutnya, mengajarkan ketenangan, kepasrahan, dan kehadiran hati sepenuhnya di hadapan Allah SWT.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pelatihan public speaking dalam rangka Milad ke-27, Parmusi DKI Jakarta berupaya meningkatkan kapasitas diri para kader. Tujuannya bukan untuk kesombongan, melainkan agar pesan-pesan perdamaian, keadilan, serta tuntunan syariat Islam yang diajarkan Rasulullah SAW dapat disampaikan dengan fasih, tegas, sekaligus menyejukkan.
Semangat tersebut sejalan dengan seruan fastabiqul khairat, di mana umat Muhammad SAW dituntut untuk tidak menjadi penonton pasif, tetapi turut mengambil bagian dalam menyebarkan kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salam Merah Putih 08 Pers, ASTA CITA, LBH Pers.
Lindawati Wibowo, Dr. Bernard, S.H.
Tim Hukum LBH Pers
Ikhsan B. – Paralegal