Pernyataan Sikap Mahasiswa, Buruh, dan Rakyat: Menitipkan Amanah Negeri kepada Wakil Rakyat

0
IMG-20260826-WA0067

Loading

MELAWAN KORUPSI, MENUNTUT KEADILAN, DAN MENJAGA AMANAH NEGERI

Timsus.Newz.id, Jakarta, 26 Agustus 2026 – Tokoh buruh, wong cilik, mahasiswa, dan elemen masyarakat akan hadir di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, untuk menyuarakan persoalan bangsa sekaligus membangun kembali mentalitas perjuangan yang berpijak pada keadilan, hukum, dan kepentingan rakyat.

Aksi ini mengangkat berbagai problematika keterpurukan bangsa dengan satu tujuan utama: menitipkan amanah negeri kepada para wakil rakyat.

Amanah Rakyat kepada Wakil Rakyat

Pertama, menitipkan amanah negeri dan warisan leluhur yang kaya raya kepada generasi penerus agar dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Kedua, rakyat yang berdaulat menuntut para wakil rakyat agar benar-benar menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya di parlemen. Besarnya amanah dan fasilitas yang diterima harus diimbangi dengan dedikasi, integritas, kerja keras, serta keberpihakan terhadap keadilan bagi rakyat kecil dan masyarakat miskin.

Kami datang dengan kepala dingin dan hati yang jernih. Kami menyampaikan orasi dengan suara lantang untuk keadilan, tetapi tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

Datang membawa data, bukan batu.

Salah satu aktivis antikorupsi menyampaikan bahwa mahasiswa adalah bagian penting dari kontrol sosial. Perjuangan harus dilakukan dengan argumentasi, data, dan keberanian moral, bukan dengan kekerasan.

Tuntutan Mahasiswa dan Rakyat

1. Percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset

Kami mendesak DPR RI untuk segera menyelesaikan dan mengesahkan regulasi yang efektif dalam pemberantasan korupsi, termasuk penguatan mekanisme perampasan aset hasil tindak pidana korupsi sesuai prinsip hukum dan keadilan.

Terhadap pelaku korupsi, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, transparan, dan tidak pandang bulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Tegakkan hukum secara adil dan setara

Dengarkan suara hati dan nurani rakyat kecil yang masih terpuruk dalam kemiskinan.

Kami menuntut agar setiap perkara yang menyangkut kepentingan publik diusut secara profesional, transparan, akuntabel, dan humanis. Kasus-kasus yang mangkrak, terpendam, atau diduga ditutup-tutupi harus mendapat perhatian dan penyelesaian sesuai hukum.

Kami juga menolak segala bentuk intimidasi terhadap insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik serta menolak kriminalisasi dan rekayasa hukum.

Prinsip equality before the law harus benar-benar diwujudkan. Hukum tidak boleh tebang pilih—tidak boleh tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.

Aparat penegak hukum semestinya memiliki komitmen integritas untuk memberantas kejahatan, bukan justru menjadikan mahasiswa, aktivis, jurnalis, atau kelompok masyarakat yang menyampaikan aspirasi sebagai sasaran.

Bersihkan Politik dari Penyalahgunaan Kekuasaan

Kepada para anggota DPR RI, kami mengingatkan:

Kursi wakil rakyat adalah amanah, bukan hak milik pribadi.

Kursi tersebut diberikan oleh rakyat dan kelak akan dipertanggungjawabkan kepada rakyat.

Karena itu, kami menyerukan agar lembaga legislatif dijauhkan dari praktik politik transaksional, kepentingan oligarki, penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), serta berbagai bentuk konflik kepentingan yang merugikan rakyat dan negara.

Kami menginginkan wakil rakyat yang memiliki integritas, keberanian, kompetensi, dan keberpihakan nyata kepada kepentingan rakyat serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kami Datang dengan Damai

Mahasiswa berkata:

“Kami adalah pewaris negeri. Kami datang dengan damai. Kami pulang dengan damai setelah aspirasi kami didengar.”

Negara ini adalah milik kita bersama.

Kepada adik-adik BEM, mahasiswa, buruh, dan seluruh rakyat yang menyampaikan aspirasi, mari kita sukseskan perjuangan ini dengan tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan kedamaian.

MAJU TERUS, PANTANG MUNDUR!

Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.

Kami menyatakan:

Say No to Drugs dan pemberantasan jaringan peredaran narkotika.

Say No to Corruption dan praktik korupsi berjamaah.

Say No to Tawuran dan Anarkisme.

Menolak intoleransi dan dekadensi moral.

Menolak praktik KKN dan penyalahgunaan kekuasaan.

Menolak perusakan hutan dan lingkungan.

Menolak perampasan serta eksploitasi sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab.

Menjaga kelestarian satwa, flora, dan fauna Indonesia.

PENUTUP

 

Perjuangan ini bukan tentang kebencian terhadap sesama anak bangsa.

 

Perjuangan ini adalah tentang keadilan, hukum, HAM, integritas, dan masa depan Indonesia.

 

Kami datang bukan untuk membuat kerusuhan.

 

Kami datang membawa tuntutan keadilan.

Kami membawa data, bukan batu.

Kami menyampaikan aspirasi, bukan kebencian.

Kami datang dengan damai dan ingin pulang dengan damai.

 

MELAWAN KORUPSI, MENEGAKKAN KEADILAN, MENJAGA AMANAH NEGERI.

 

BEM, MAHASISWA, BURUH, DAN RAKYAT BERSUARA DI DEPAN DPR RI, SENAYAN.

 

Tim Investigasi DPP GAKORPAN – Merah Putih 08 Pers

Ficky Morenza, ST., SH. – Tangerang Selatan

 

Tim Hukum Investigasi LBH GAAS

Ikhsan B. Pers

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *